BPBD Nabire Mulai Memasang Rambu Peringatan dan Jalur Evakuasi Kebencanaan di Sejumlah Titik

Sebagai salah satu upaya pengurangan resiko bencana di Kabupaten Nabire, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire memasang rambu-rambu peringatan dan petunjuk jalur evakuasi bagi masyarakat Kota Nabire dan sekitarnya.

Pemasangan rambu-rambu peringatan dan jalur evakuasi ini mulai dipasang pada hari Selasa 22 Oktober 2019 di beberapa titik, seperti di Sanoba, Kalibobo, Jalan Merdeka dan Oyehe, yang di Koordinir oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik, Menase Yoteni, SH, M.Si dan Theodorus Patiung, S.Pd dibantu staf BPBD Kabupaten Nabire.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nabire Victor Fun, S.Sos, M.Si mengatakan pemasangan rambu-rambu tersebut dimaksudkan sebagai petunjuk bagi warga masyarakat jalur evakuasi dan titik kumpul apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, baik itu banjir, tanah longsor, maupun gempa tsunami. Rambu rambu kebencanaan ini merupakan bantuan dari BNPB atas usulan BPBD Kabupaten Nabire.

Pemasangan rambu bencana di Kota Nabire ini merupakan upaya mitigasi struktural dalam upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana guna Pengurangan Resiko Bencana (PRB). Di Kota Nabire akan dipasang 57 unit rambu bencana yang terdiri dari 4 (empat) item. Diantaranya Rambu peringatan, rambu penunjuk arah tempat pengungsian, rambu jalur evakuasi dan titik kumpul, berdasarkan titik koordinat GPS.

Dengan terpasangnya rambu-rambu kebencanaan ini diharapakan warga masyarakat untuk menjaga kelestariannya untuk kepentingan bersama dalam rangka pengurangan resiko bencana di Kota Nabire.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code