Banjir Dibeberapa tempat di Distrik Yaro, Yaur, Wanggar, BPBD Kabupaten Nabire Tinjau Lokasi

Hujan yang turun dengan intensitas yang tinggi terhitung mulai hari senin sore sampai pada hari selasa pada tanggal 18 s/d 19 Februari 2019, mengakibatkan meluapnya beberapa sungai atau kali sehingga menyebabkan situasi dan kondisi tergenang air yang bercampur lumpur mengakibatkan banjir dan tanah longsor dibeberapa wilayah Kabupaten Nabire. Khususnya kejadian banjir yang terjadi di Distrik Yaro dan Yaur (Kampung Sima) akibat kejadian ini penduduk/ warga setempat harus mengungsi dan mencari tempat berteduh yang aman dari banjir, tanah longsor.

Berdasarkan laporan dari masyarakat akan kondisi curah hujan yang tinggi dan angin kencang dibeberapa tempat di Kabupaten Nabire. Dengan kejadian tersebut, maka upaya atau langkah –langkah yang dilakukan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Nabire beserta staf melakukan peninjauan secara langsung di tempat kejadian atau lokasi kejadian yang bekerjasama dengan instansi terkait dengan masyarakat, dalam rangka mencari solusi dan penyelesaian serta menyampaikan agar tetap waspada dan cepat memberikan informasi apabila ada kejadian yang penting.

Dari hasil pantauan pada lokasi kejadian yang terkena dampak langsung banjir, maka Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Nabire, disampaikan laporan kejadian banjir sementara sebagai berikut :

  1. Yaro 1, Jalur 1 sebanyak 41 rumah, 2 musolah dan Jalur 2 sebanyak 274 rumah
  2. Yaro 2 sebanyak 200 rumah/kk, 1 gereja dan 1 pura serta beberapa hektar tanaman dan perkebunan
  3. Wanggar Pantai, sebanyak 10 rumah/kk dan 2 gereja
  4. Kampung Parauto, sebanyak 50 rumah/kk mengalami banjir yang cukup parah
  5. Kampung Sima, keselururuhan terendam ( 2 gereja, 1 pustu, sarana pendidikan, pasar dan rumah penduduk).

Demikian informasi sementara yang dapat disampaikan berdasarkan hasil pantauan tim BPBD, dan Bp. Victor Fun, S.Sos, M.Si selaku Kalak BPBD Kabupaten Nabire menghimbau bahwa kejadian serupa sudah sering terjadi apabila hujan sedang maupun dalam kapasitas lebat dan terus menerus, hal ini setiap tahun akan terjadi banjir dan longsor.

Selain itu Kalak menyampaikan kepada semua komponen masyarakat agar pengrusakan hutan atau penebangan hutan untuk kehidupan yang tidak terkontrol dan penambangan liar di kaki gunung dan di pinggiran bantaran kali/sungai yang semakin parah juga menjadi salah satu penyebab adanya banjir yang sering kita hadapi setiap tahun, ini sangat memprihatinkan.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code