Abrasi, Akibat Gelombang Pasang Akhir Ini, Mengancar Rumah Warga Pesisir Pantai

Abrasi pantai juga sering disebut sebagai erosi pantai. Pengikisan seperti ini dapat menyebabkan berkurangnya daerah pantai, terutama daerah yang paling dekat dengan air laut. Perlahan tapi pasti, jika dibiarkan terus menerus, abrasi akan menggerus semua daerah pantai sehingga air laut akan menggenangi semua wilayah pantai dan pemukiman penduduk.

Ancaman abrasi pantai semakin hari semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi warga yang tinggal di pesisir pantai.

Abrasi tidak serta merta mengikis wilayah pesisir pantai, namun lambat laun hasilnya akan terlihat beberapa tahun mendatang. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Pusat BNPB dan Pemerintah Daerah melaluai BPBD Kabupaten Nabire.

Menurut Kepala BPBD Nabire, Drs. Blasius Nuhuyanan, pihak BPBD Nabire sudah mendata persoalan abrasi pantai sejak tahun lalu, baik mulai dari kawasan Teluk Kimi Samabusa hingga pantai Waroki Distrik Nabire Barat.

“Abrasi pantai ini bukan terjadi kali ini, artinya bahwa sudah bertahun-tahun terus terjadi dan mengakibatkan beberapa rumah warga terancam roboh baik yang ada di Kelurahan Kalibobo, Kampung Air Mandidi Samabusa Distrik Teluk Kimi, dan Kampung Waroki yaitu sebuah rumah ibadah nyaris roboh diterjang gelombang pasang,” kata Blasius, kepada RRI.

Blasius juga meminta agar warga Nabire yang terkena dampak langsung dari abrasi bisa bersabar, karena pihaknya bersama stakeholder terkait akan berkoordinasi dan berupaya mendorong aspirasi warga ke Kepala Daerah bahkan ke tingkat pusat untuk segera menyikapi permasalahan tersebut dengan membuat talut yang dapat melindungi kawasan pantai dan juga rumah warga dari hantaman ombak.

Seperti diketahui, akibat abrasi pantai yang terjadi sejak lama di Nabire, sejumlah bangunan yang dulunya dibangun cukup jauh dari bibir pantai, saat ini jaraknya sudah sangat dekat dengan air. Bahkan ada juga bangunan yang sudah terkikis habis oleh air.

Abrasi ini semakin diperparah dengan tingginya gelombang laut yang terjadi akhir-akhir ini di Nabire mengancam beberapa lokasi di Nabire seperti di Samabusa ada sejumlah tempat ibadah sudah cukup dekat dengan laut, di Pantai Jeger Nabarua, dimuara samabusa pantai sepanjang 800 meter melengkung jauh kedarat, di kalibobo sejumlah pemukiman warga terancam terkikis oleh air laut seperti yg dilansir dari Nabire Net.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah abrasi antara lain pembuatan talud/turap untuk menahan kikisan air laut, penanaman pohon bakau di sekitar pantai, tidak menambang pasir pantai secara berlebihan, dan juga merawat terumbu karang dengan baik karena terumbu karang dapat mengurangi kekuatan ombak laut saat pasang sehingga dapat mengurangi terjadinya abrasi. Hal ini sangatlah penting dilakukan karena akibat yang ditimbulkan oleh abrasi pantai tidaklah kecil.

Source (Nabire Net)/RRI Nabire

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code